baca semua 

Berita kami

Berita Perbanas 45th ASEAN Banking Council Meeting, 11–12 June 2015

45th ASEAN Banking Council Meeting, 11–12 June 2015

May 18, 2017


The ASEAN Banking Council Meeting ke-45 telah berakhir dengan sukses pada tanggal 11-12 Juni 2015 di Grand Hyatt Hotel, Singapore dengan tuan rumah The Association of Banks in Singapore.


Pertemuan tahunan ini dihadiri oleh lebih dari 170 pejabat tinggi perbankan dan ahli-ahli perbankan dari 10 negara ASEAN. Kehadiran para bankir senior di acara ini merupakan bentuk komitmen yang tinggi terhadap kemajuan industri perbankan di kawasan ASEAN.

Mr Ravi Menon, Managing Director Monetary Authority of Singapore (MAS) dalam penyampaian Keynote Speech-nya menyatakan walaupun proses integrasi keuangan di kawasan ASEAN tidak secepat seperti yang diharapkan, namun tetap terlihat perkembangannya diantara negara-negara anggota ASEAN serta upaya menciptakan peluang-peluang baru.

Prestasi utama dalam proses integrasi keuangan ASEAN adalah dengan terbentuknya ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) yang menyediakan platform bagi pelaku dipasar perbankan ASEAN yang lebih besar akan menjadi kendaraan untuk menjadikan perbankan ASEAN kuat di kawasan regional dengan skala dan kemampuan yang memadai untuk bersaing dengan global bank. Salah satu prioritas utama dari ABIF adalah memastikan keamanan data dari bank-bank yang sudah beroperasi di beberapa negara ASEAN.

Dalam kerangka integrasi di sektor industri asuransi, anggota ASEAN telah menyepakati Iiberalisasi cross-border supply of Marine, Aviation dan Goods in International Transit (MAT) Insurance yang terkandung dalam paket ketujuh dari Financial Sector Commitments of the ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS).

Dalam kerangka integrasi dipasar modal, Link Trading ASEAN antara Thailand, Malaysia dan Singapura telah menyediakan sebuah gateway untuk ke 3 bursa pasar modal yang merupakan suatu langkah progresif untuk mencapai terpadunya pasar modal ASEAN. Tetapi langkah ini masih harus dilengkapi dengan Clearing settlement and custody agar menjadikan ASEAN Trading Link memberikan manfaat yang optimal bagi ke 3 negara ASEAN (Thailand, Malaysia dan Singapore).

Mr Samuel Tsien, Ketua The Association Banks in Singapore dan Group CEO OCBC Bank dalam sambutannya menyatakan bahwa ASEAN saat ini sudah dapat keluar dari bayang-bayang dominasi perekonomian dunia yang selama ini dikuasai negara-negara besar yang sedang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonominya. Situasi ini merupakan peluang bagi ASEAN untuk bangkit dan industri perbankan ASEAN harus mampu berperan sebagai key facilitator dan ABIF dapat dijadikan sebagai sarana pemersatu sistem keuangan regional yang ampuh demi terbentuknya pasar perbankan yang terpadu.

Dr. In Channy (Chairman of ASEAN Bankers Association, Chairman of Association Banks in Cambodia & President & Group Managing Director of Acleda Bank) dalam sambutannya menyatakan bahwa penyelenggaraan Council Meeting sangat tepat waktunya karena dapat dijadikan sebagai tonggak pencapaian proses integrasi perbankan ASEAN yang masuk dalam Cetak Biru ASEAN Economic Community. Dr. In Channy menyatakan kegembiraannya dengan disetujuinya ABIF oleh Gubernur Bank Sentral negaranegara ASEAN pada bulan Maret 2015 yang lalu diharapkan dapat mempercepat proses integrasi perbankan ASEAN.

Tiga Permanent Committee dibawah ASEAN Banking Council, yaitu: COFIT (Cooperation in Finance, Investment and Trade), IRR (Inter-Regional Relations) dan Banking Education dalam pertemuan ini telah menghasilkan kesepakatan sebagai berikut:

1. Committee on Cooperation in Finance, Investment and Trade (COFIT)

Melanjutkan proses standarisasi cross-border payments dan mempertimbangkan inisiatif-inisiatif baru dari kawasan ASEAN seperti kiriman uang dan supply chain financing, khususnya dalam pemanfaatan new digital technologies and solutions.

2. Committee on Inter-Regional Relations (IRR)

Selain menyampaikan hasil kunjungan ke Beijing pada tanggal 13 -15 Mei 2015 telah disepakati untuk rencana kunjungan tahun 2016 akan fokus kepada e-payment dan digital banking (mobile banking, internet banking, payment systems dan hal-hal yang terkait dengan masalah
security)

3. Committee on Banking Education

Komite ini telah selesai melakukan survey ke berbagai institute perbankan dinegara-negara ASEAN dengan tujuan untuk mengetahui best practice dinegara-negara tersebut yang dapat digunakan sebagai panduan untuk membangun institute perbankan. Beberapa negara anggota ABA akan menyediakan tenaga-tenaga pengajar yang professional sekaligus materi pelatihannya. Langkah yang diambil ini menunjukkan komitment yang tinggi dalam upaya mendukung pengembangan SDM di bidang perbankan. Hal penting lain yang menjadi inisiatif komite ini adalah untuk segera membangun standar ASEAN untuk keahlian, kompetensi bagi pegawai-pegawai yang bekerja sebagai analis kredit, operasional risk dan kepatuhan.

The 21st ASEAN Banking Conference and 46th ASEAN Banking Council akan diselenggarakan pada minggu terakhir November 2016 di Bangkok dengan tuan rumah The Thai Bankers’ 
SHARE IT
SUBSCRIBE