baca semua 

Berita kami

Berita Perbanas Bank Dunia: Indonesia Tak Usah Khawatirkan Perang Dagang AS-China

Bank Dunia: Indonesia Tak Usah Khawatirkan Perang Dagang AS-China

Apr 12, 2018

JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) meminta Indonesia tidak khawatir dengan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China. Bank Dunia berpendapat, perang dagang tersebut lebih akan berdampak terhadap ekonomi kedua negara itu sendiri.

"Trade war tidak terlalu berpengaruh. Bagaimanapun pengaruhnya akan besar ke AS dan China," kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty di Kantor Bank Dunia, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Dia menuturkan, rencana pengenaan tarif bea masuk impor terhadap produk-produk yang berasal dari China pun masih belum terjadi. Jika AS benar-benar merealisasikan rencana tersebut, barulah akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi global.

"Yang complicated ke regional ini adalah ada produk yang akan kena pengenaan tarif, seperti equipment and machine. Ini akan mengganggu value chain dan akan berefek ke pertumbuhan," imbuh dia.

Jika AS mengenakan tarif bea masuk impor atas produk asal Negeri Tirai Bambu tersebut, kemudian dibalas oleh China dengan juga mengenakan tarif bea masuk terhadap barang dari AS, maka hal ini akan membuat perdagangan global merosot. Pada akhirnya, hal itu akan membuat pertumbuhan ekonomi global ikut mengalami pelambatan.

"Perdagangan global naik sejak 2010. Tapi kalau ada seperti ini (saling balas pengenaan bea masuk impor China-AS) akan ada slowdown pada perdagangan global," tandasnya.

Sekadar informasi, US Trade Representative (USTR) merilis proposal tarif impor bea impor masuk sampai dengan 25%, kepada lebih dari 1.300 produk asal China dengan nilai berkisar USD50 miliar. Dokumen setebal 58 halaman yang ditandatangani oleh Robert E Lighthizer tersebut, memuat secara rinci daftar produk asal Negeri Panda yang dikenakan tarif bea masuk impor. Bahkan, proposal tarif impor itu akan ditingkatkan menjadi USD100 miliar.

Dalam rincian daftar tersebut, sebagian besar produk China yang dikenakan tarif bea masuk impor adalah barang teknologi, senyawa kimia, transportasi, produk medis atau farmasi seperti antibiotik, robot industrial serta produk perakitan pesawat.

(Sumber: sindonews.com)

SHARE IT
SUBSCRIBE