baca semua 

Berita kami

Berita Perbanas Efisiensi bikin laba bank naik tinggi

Efisiensi bikin laba bank naik tinggi

Feb 28, 2018

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Walau kredit tumbuh mini, industri perbankan Indonesia mencatat pertumbuhan laba cukup mengesankan yaitu 23,09% secara tahunan menjadi Rp 131,1 triliun. Kenaikan laba ini didorong oleh bank besar kelompok BUKU IV dan III. Dua kelompok bank ini mencatat kenaikan laba masing-masing 25% dan 34%.


Namun jika dilihat dari komponen laba, pendapatan bunga bersih sepanjang 2017 hanya naik 4,5%. Maklum, dari sisi fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit perbankan di tahun lalu hanya sebesar 8,24%.


Dody Arifianto, Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan, kenaikan laba 2017 lebih didorong oleh tiga faktor. Yakni penurunan biaya provisi, penghapusan kredit bermasalah, dan penurunan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).


Adapun pertumbuhan kredit 2017 yang belum kencang disebabkan permintaan kredit yang masih lemah dan prospek bisnis yang belum optimal.


Pada tahun ini, LPS memperkirakan, kredit perbankan bisa menjadi mesin pertumbuhan laba perbankan. Perkiraan LPS, laba perbankan di tahun ini bisa tumbuh 10%-12%.Sedangkan kredit diperkirakan tumbuh direntang yang sama.


Khusus di bank BUMN, selain efisiensi, program pemerintah juga mendatangkan angin segar. Program seperti infrastruktur dan kredit usaha rakyat (KUR) membantu mengangkat kinerja.


PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), semisal, selama 2017 mencatat laba bersih Rp 13,62 triliun atau naik 20,1%. Pertumbuhan bisnis didukung kredit yang tumbuh 12,2% menjadi Rp 441,3 triliun. Kredit infrastruktur menjadi andalan bank ini.


Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI menjelaskan, pertumbuhan laba tinggi yang tidak setara dengan pertumbuhan penyaluran kredit karena beberapa bank melakukan efisiensi. Bank juga berusaha meningkatan fee based income Senada, Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri mengatakan, hingga akhir 2017 lalu, memang kredit perbankan hanya tumbuh satu digit. Itu karena kualitas kredit industri perbankan yang belum sepenuhnya membaik.


Bank Mandiri sendiri mencatat, realisasi laba bersih di 2017 sebesar Rp 20 triliun atau naik 53,09% . Sementara dari sisi fungsi intermediasi, sepanjang 2017 Bank Mandiri menyalurkan kredit Rp 644 triliun, tumbuh naik 8,7%.

Efisiensi juga menjadi resep bank swasta agar bisa mencetak pertumbuhan laba.


Bank Danamon contohnya. Bank milik Temasek ini mencatat laba bersih tumbuh 38% menjadi Rp 3,7 triliun di 2017. Sementara kredit cuma tumbuh 2% menjadi Rp 129,7 triliun. Satinder Ahluwalia, Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon mengatakan, pertumbuhan laba didorong biaya dana lebih rendah, pengelolaan biaya operasional disiplin dan kualitas aset yang lebih baik.


Setali tiga uang, Thilagavathy Nadason, Direktur Keuangan Maybank Indonesia menuturkan, kenaikan laba dua digit Maybank pada tahun lalu disebabkan penurunan pencadangan kredit bermasalah. Menurutnya, pada tahun ini, kredit masih belum bisa tumbuh tinggi, karena proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tak jauh berbeda dengan tahun lalu.


Penurunan pencadangan juga berandil menopang kenaikan laba PT Bank OCBC NISP Tbk. Laba bank ini tercatat tumbuh 22% menjadi Rp 2,2 triliun pada 2017 lalu.

SHARE IT
SUBSCRIBE