baca semua 

Berita kami

Berita Perbanas Wimboh Terpilih Jadi Ketua DK OJK

Wimboh Terpilih Jadi Ketua DK OJK

Jun 12, 2017

Jakarta–Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 2 Calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) dan memutuskan untuk memilih Ketua DK OJK yang baru.

Dalam voting yang dilakukan oleh Anggota Komisi XI DPR-RI, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 8 Juni 2017 memutuskan Wimboh Santoso menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK untuk periode lima tahun mendatang. Hasil voting dengan jumlah suara 50 untuk Wimboh, 4 untuk Sigit dan 1 abstain. Dengan angka voting tersebut, Wimboh resmi menjabat sebagai Ketua DK OJK.


Wimboh sendiri memulai karirnya di Bank Indonesia (BI) pada 1984 sebagai pemeriksa bank setelah lulus dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Wimboh kelahiran Boyolali 15 Maret 1957, sebelumnya merupakan ekonom Indonesia yang pernah menjabat sebagai kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York pada tahun 2012. Jabatan ini diperoleh usai ia menjabat sebagai Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI periode 2010-2012.


Baru 10 bulan menjabat sebagai kepala perwakilan Bank Indonesia di New York, tokoh yang riset dan paper-nya sering dipublikasikan di dalam dan luar negeri ini didaulat menjadi Direktur Eksekutif IMF mewakili ASEAN plus Fiji, Tonga, dan Nepal sampai April 2015.


Wimboh menghabiskan masa muda di Soloraya. Pendidikan formal strata satu diraihnya dari Fakultas Ekonomi UNS Surakarta pada 1983. Dengan bekal gelar Sarjana Ekonomi itu dia meniti karier sebagai pengawas bank di BI. Ayah tiga anak ini melanjutkan studinya dalam program Master of Science in Business Administration di University of Illinois, Amerika pada 1991. Pendidikan ini diselesaikan pada September 1993.


Kemudian, ia melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang Doktor di Loughborough University, Inggris, dengan studi konsentrasi Financial Economics pada 1995. Dengan memboyong gelar PhD, Wimboh kembali ke Indonesia pada 1999. Dia membawa ilmu manajemen risiko (risk management) untuk diterapkan pada perbankan Indonesia. Banyak regulasi perbankan yang lahir atas peran Wimboh.


Selain bekerja di BI, Wimboh juga mulai aktif mengajar pada sejumlah Perguruan Tinggi. Dia juga ikut mendirikan program Magister Management Universitas Indonesia di bidang Risk Management pada 2001. Sejak akhir tahun 2015, Wimboh terpilih melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank Mandiri, untuk mengisi posisi sebagai komisaris utama bank tersebut.




Jalan Karir Calon Bos OJK, Wimboh Santoso


Infobank, 9 Juni 2017


Jakarta–Pertarungan kursi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang belum usai, namun masyarakat tentu harus mengetahui, sepak terjang calon bos OJK, salah satunya Wimboh Santoso, SE, MSc, PhD.


Sosok yang menjadi pemrakarsa program MM bidang risk management di Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Indonesia ini, memulai karir di Bank Indonesia pada 1984 sebagai pemeriksa bank. Pada 1992, Wimboh melanjutkan sekolah Master in Business Administration di University of Illinois, Amerika Serikat.


Setelah menyelesaikan program Master, tokoh manajemen risiko Indonesia ini melanjutkan program doktoral pada 1995 dan berhasil meraih gelar PhD dibidang Financial Economics di Loughborough University, Inggris pada 1999.


Dengan pemahaman ekonomi dan perbankan yang lengkap, Wimboh dipercaya mengemban tugas untuk melakukan reformasi perbankan Indonesia paska krisis 1997/1998 di Direktorat Penilitian dan pengaturan perbankan dari tahun 2000-2012 dengan posisi terakhir Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan.


 


Saat memimpin berbagai proyek reformasi perbankan, Wimboh berhasil mengubah paradigma praktek perbankan paska krisis 1997/1998. Sejak saat itu, perbankan memulai penerapan risk management, Good Corporate Governance, risk-based supervision, tranformasi sektor pengawasan bank di Bank Indonesia.


Bahkan, dosen tidak tetap dan co-promotor Mahasiswa S3 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, berhasil membentuk unit Stabilitas Sistim Keuangan di BI serta memimpin Tim task force untuk menyiapkan pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Jaring Pengaman Sistim Keuangan yang bekerjasama dengan Departemen Keuangan sebagai cikal bakal OJK saat ini.


Pada tahun 2012, Wimboh dipercaya untuk menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia di New York. Baru 10 bulan menempati pos di New York, tokoh yang yang riset dan paper-nya sering dipublikasikan di dalam dan luar negeri ini , didaulat menjadi Direktur Eksekutif IMF mewakili ASEAN plus Fiji, Tonga dan Nepal sampai April 2015.


Kemudian, pada Desember 2015, Wimboh menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri menggantikan Darmin Nasution yang diangkat menjadi Menko Perekonomian.


Dengan pengalaman panjang di sektor keuangan dan perbankan, jaringan luas di dalam dan luar negeri serta kemampuan leadership yang teruji, Wimboh menjadi sosok yang patut disegani dalam pertarungan Ketua OJK.


Pengalaman teknis saat menjadi pemeriksa bank, serta leadership saat menjadi direktur di BI dan IMF serta Komisaris Utama bank terbesar di Indonesia, Wimboh diyakini sebagai kandidat yang dapat membawa OJK ke arah seimbang dalam merajut kebijakan yang dapat menyelaraskan kepentingan Pemerintah, Bank Indonesia serta industri keuangan menuju sistem keuangan nasional yang sehat dan stabil.

SHARE IT
SUBSCRIBE