Berita Perbanas

Bankir Dukung Langkah LPS “Selamatkan” Bank Mutiara

24 Desember 2013

PBS_Website_LO4_Content-News02R1

Jakarta–Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mutiara, di Jakarta, Senin, 23 Desember 2013, akhirnya memutuskan penambahan modal Rp1,249 triliun, sehingga CAR (capital adequancy ratio) Bank Mutiara mencapai 14%. Posisi CAR tersebut sesuai ketentuan dalam ICAAP (Internal Capital Adequacy Assesment Proces/ICAAP).

Kalangan perbankan memberi apresiasi atas langkah LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) selaku pemegang saham Bank Mutiara agar industri perbankan bisa tumbuh dengan sehat. Langkah LPS menambah modal tersebut juga sudah sesuai kewenangan dan ketentuan UU Perbankan dan UU LPS. Sampai akhir 2013, aset Bank Mutiara diperkirakan mencapai lebih dari Rp15 triliun.

Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (PERBANAS), Sigit Pramono, mendukung keputusan LPS menambah modal Bank Mutiara. “Kami justru akan mempersoalkan jika LPS melakukan sebaliknya. Harus kita pahami bahwa dalam kasus Bank Mutiara, kedudukan LPS adalah sebagai pemegang saham dari suatu bank yang diselamatkan. Bukan sebagai regulator. Jadi, jika Bank Mutiara memang memerlukan tambahan modal yang dapat dipertanggungjawabkan alasan dan peruntukannya, maka LPS patut menyetujuinya,” ujarnya, di Jakarta, Senin, 23 Desember 2013.

Apalagi, masih kata Sigit, undang-undang menegaskan bahwa LPS bertanggung jawab atas kelangsungan usaha bank yang diambil alih sampai bisa dijual kembali sesuai ketentuan. Sementara menurut beberapa analis, setelah suntikan modal itu, maka kinerja keuangan Bank Mutiara akan membaik dan pada akhirnya akan meningkatkan harga jual.(Infobanknews.com)

Other News