Berita Perbanas

Pengembangan Usaha Pasar Indonesia Diminati Bank Korsel

17 April 2017

Untitled-33

Koran-jakarta.com, JAKARTA – Pasar Indonesia diminati untuk pelebaran sayap bisnis perbankan asal Korea Selatan (Korsel). Hal ini terlihat dari masuknya beberapa bank asal Korsel ke Indonesia. Direktur Eksekutif Perhimpunan Bank-Bank  Nasional (Perbanas), Achmad Friscantono mengatakan dulu belum banyak perbankan asal Korea masuk ke Indonesia.

Kalau melihat pada trennya saat ini sudah banyak bank Korea yang masuk ke Indonesia seperti Bank Woori Saudara, KEB Hana Bank, Sinhan Bank, bahkan satu lagi yang akan masuk yakni Bank Andara. “Intinya mereka ingin kerja sama dengan Indonesia bisa lebih baik lagi di bidang finansial,” ungkapnya di Jakarta, pekan lalu (12/4).

Oleh karenanya Perbanas sebagai asosiasi dari beberapa bank pun masih mengeksplorasi hal tersebut. Untuk itu, kerja sama inipun belum akan merambah ke bidang pasar modal. “Fokusnya untuk saat ini masih perbankan,” jelasnya. Terkait itu telah dilakukan penandatanganan kerja sama (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Asosiasi Perbanas dan Korean Federation of Bank (KFB) atau asosiasi perbankan Korea.

Kerja sama ini meliputi pertukaran informasi, kesempatan pengembangan bisnis dalam hal ini apabila bank-bank Indonesia mau membuka cabang di Korea atau sebaliknya, akan lebih dimudahkan prosesnya. Sejauh ini kantor cabang perbankan asal Indonesia yang membukanya di Korea adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Langkah tersebut kemungkinan juga akan diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Apalagi untuk membuka kantor cabang, pihak Korea telah menyiapkan satu wilayah yakni Busan untuk bank-bank luar negeri yang berminat melebarkan bisnis. Achmad menambahkan, untuk tahap awal pun akan lebih diperuntukan pada pemberian kredit keuangan terkait ekspor impor.

Namun, kalau ingin membuka usaha di Korsel masih belum terlalu dialokasikan. “Kalau di Indonesia pembangunan infrastruktur masih banyak. Jadi mereka ke Indonesia potensinya relatif lebih ada dibandingkan Indomesia ke sana,” tukasnya.

Achmad menambahkan kalau dilihat Korea itu yang bagus adalah financial inclusion dan financial literacy. Kalau di sana, misalnya ada produk aplikasi keuangan maka akan diberi tahu bagaimana mengatur keuangan dengan aplikasi tersebut.  yni/AR-2

Other News