Berita Perbanas

Perbanas: Kepemilikan Asing Tak Perlu Dipersoalkan

27 November 2014

LOGO_PERBANAS_NEWS

Jakarta–Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Sigit Pramono mengungkapkan, saat ini masalah kepemiliikan asing tidak perlu lagi dipersoalkan. Pasalnya, pada dasarnya asing telah ada di Indonesia cukup lama dan membantu sejak saat krisis 2008.

“Salah kalau kita membatasi kepemilikan asing di perbankan dalam negeri. Kalau saat ini kepemilikan asing, misalnya, dibatasi 41%, yang beli siapa? Orang Bank Mutiara saja susah dijual. Dan yang beli akhirnya asing-asing juga,” kata Sigit, dalam seminar di Hotel Sofyan, Jakarta, Kamis, 27 November 2014.

Sigit menceritakan, ketika krisis 2008, banyak bank yang kolaps dan harus disuntik modal besar-besaran. Beruntung banyak asing yang mau mengambil, karena kalau tidak beban yang dtanggung pemerintah akan lebih besar lagi. Soalnya, sudah banyak bank swasta yang diselamatkan pemerintah.

Jadi, kata Sigit, agak aneh ketika investor justru saat ini dibatasi dalam memiliki bank nasional. Apalagi harga saham bank yang saat ini mayoriitas dimiliki asing sudah sangat mahal. “Jka bank-bank yang dulu diambil alih asing dibeli dengan murah, pastinya kita beli lagi dengan harga mahal,” ujar Komisaris BCA ini.

Menurutnya, saat ini bukan masalah hadir atau tidaknya asing, tapi seberapa besar kontrbusi pihak asing terhadap bangsa Indonesia. “Jadi, selagi membantu pertumbuhan ekonomi dalam negeri untuk apa dibatasi ini malah dinilai tidak market friendly,” ujar Sigit. (*)

@dwitya_putra14 (infobanknews.com)

Other News