Yang Terbaru di Perbanas


Press Releases

Lihat semua press release
{"id":247,"user_id":4,"publication_category_id":4,"title":"Rapat Umum Anggota 2026 : PERBANAS Merekomendasikan Revitalisasi Bisnis Model UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Kredit dan Ekonomi Nasional","slug":"rapat-umum-anggota-2026-perbanas-merekomendasikan-revitalisasi-bisnis-model-umkm-dalam-mendorong-pertumbuhan-kredit-dan-ekonomi-nasional","body":"<p style=\"text-align:justify\"><strong>PERBANAS, Jakarta<\/strong> - Perhimpunan Bank Bank Umum Nasional (Perbanas) menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) pada hari ini, 18 Juni 2026. Forum tertinggi asosiasi industri perbankan itu merupakan ajang tahunan untuk mendengarkan laporan kinerja Ketua Umum dan jajaran pengurus, sekaligus pemaparan agenda kerja ke depan. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum PERBANAS Hery Gunardi dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Perhelatan RUA tahun ini terbilang istimewa karena Perbanas juga meresmikan UMKM Center dan memaparkan hasil riset awal mengenai perkembangan serta tantangan UMKM saat ini. Riset menggunakan metode yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui serangkaian <em>focus group discussion <\/em>(FGD) yang mempertemukan asosiasi industri jasa keuangan seperti Himbara, Asbanda, Asosiasi Fintech (Aftech) dengan para pelaku usaha, komunitas UMKM dan akademisi. Selain para pihak yang mewakili sisi penawaran dan permintaan kredit itu, FGD juga menghadirkan para pengambil kebijakan (regulator) terutama yang terkait langsung dengan sektor UMKM.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Peresmian UMKM center dan paparan hasil penelitian tentang UMKM ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus salah satu ikhtiar kami dalam memajukan industri UMKM Indonesia. Sebagai tulang punggung ekonomi, sektor UMKM perlu diperkuat agar kontribusi terhadap perekonomian nasional terus meningkat. Kami optimistis, kerja sama yang baik antara industri perbankan, ekosistem UMKM dan para pengambil kebijakan akan memberikan manfaat luar biasa bagi negeri ini,&rdquo; kata Ketua Umum PERBANAS Hery Gunardi.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Dalam sambutannya, Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi mengapresiasi inisiatif PERBANAS dalam meningkatkan kapasitas dan memajukan sektor UMKM melalui pembentukan UMKM Center. Lembaga ini diharapkan dapat melakukan pendampingan secara berkelanjutan sehingga pelaku UMKM bukan hanya tumbuh dan berkembang juga bisa naik kelas ke level berikutnya. Pertumbuhan UMKM pada akhirnya akan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan pembukaan lapangan kerja.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Dari survei awal dan FGD dengan para pemangku kepentingan, Perbanas menyampaikan sejumlah rekomendasi yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memajukan UMKM. Salah satu poin rekomendasi adalah mengenai pentingnya revitalisasi bisnis model UMKM dalam mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi nasional.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\"><img alt=\"\" class=\"img-fluid\" src=\"https:\/\/perbanas.org\/uploads\/fileupload\/image\/RUA PERBANAS - 7.jpg\" \/><\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Perbanas menggelar diskusi panel untuk membahas hasil kajian tersebut dengan mengundang sejumlah pembicara. Di antaranya Ibu Titi Safitri Nasution &ndash; Deputi Direktur Pengembangan UMKM, Otoritas Jasa Keuangan; Muhammad Agil Muharom dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA); Antonius Widodo Mulyono, Direktur BCA; dan Insan Syafaat, Direktur Eksekutif Partnership for Indonesia&rsquo;s Sustainable Agriculture (PISAgro). Hasil penelitian dipaparkan oleh Winang Budoyo, Chief Economist PERBANAS.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Dalam paparannya, Winang menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit UMKM menunjukkan pelemahan sejak akhir 2022 dan mulai masuk ke zona negatif pada akhir 2025. Hingga Februari 2026, kredit UMKM masih terkontraksi sekitar -0,47% secara tahunan (<em>year-on-year\/yoy<\/em>). Pelemahan ini berbeda dari tren kredit perbankan secara umum, terutama kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi yang masih tumbuh&nbsp;positif. Dengan demikian, penurunan kredit UMKM mengindikasikan ada persoalan mendasar pada segmen UMKM.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Pelemahan kredit UMKM saat ini lebih didorong oleh sisi permintaan kredit atau bersifat <em>demand-driven<\/em><strong>. <\/strong>Mayoritas (hampir 90%) UMKM formal dan informal tidak mengajukan kredit karena merasa belum membutuhkan pinjaman sebagai alasan utamanya. Pembiayaan usaha mereka hampir 90% berasal dari dana pribadi (<em>self-funded<\/em>). Hal ini menunjukkan permasalahan utama rendahnya akses pembiayaan UMKM terletak dari sisi permintaan (<em>demand side<\/em>) kredit itu sendiri.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Di sisi lain, penelitian ini menunjukkan sisi penawaran (<em>supply side<\/em>) pembiayaan UMKM sudah sangat suportif<strong>. <\/strong>Hal ini tercermin dari survei yang menemukan bahwa ketika UMKM formal mengajukan kredit, tingkat persetujuannya sangat tinggi, yaitu sekitar 94,3%. &ldquo;Fakta ini mengonfirmasi persoalan utama bukan terletak pada penolakan bank, melainkan pada rendahnya permintaan kredit baru, terbatasnya dorongan ekspansi usaha, dan belum kuatnya kesiapan UMKM untuk mengakses pembiayaan formal,&rdquo; kata Winang.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Dari wawancara tatap muka dengan sejumlah UMKM, Perbanas menemukan bahwa rendahnya permintaan kredit berkaitan erat dengan karakteristik UMKM Indonesia yang masih sangat pemilik-sentris<strong>. <\/strong>Banyak UMKM masih mengandalkan pembiayaan pribadi (<em>self-funded<\/em>), beroperasi dalam skala ultramikro\/bekerja sendiri (<em>self-employed<\/em>) dan mikro (1-4 karyawan), menggunakan tenaga kerja keluarga (<em>family business<\/em>), serta belum memiliki pemisahan yang jelas antara keuangan usaha dan keuangan rumah tangga.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Kajian ini juga menemukan adanya perbedaan kebutuhan pembiayaan antara UMKM formal dan informal<strong>. <\/strong>Pada UMKM formal, kredit bank lebih berperan sebagai penopang operasional dan modal kerja. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa faktor pembukuan dan digitalisasi berkaitan dengan peningkatan kinerja usaha mereka.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Berdasarkan temuan dan serangkaian FGD, Perbanas menyimpulkan bahwa revitalisasi dan perluasan kredit UMKM perlu ditempatkan dalam kerangka penguatan ekosistem usaha<strong>.<\/strong><strong> <\/strong>Program dan regulasi dapat menjadi katalis permintaan baru apabila UMKM difasilitasi masuk ke rantai pasok, skema kontrak, hubungan <em>off-taker <\/em>serta penegakan hukum yang kuat khususnya dalam penagihan dan eksekusi penjaminan. Dengan adanya kepastian pasar dan regulasi, pembiayaan UMKM akan lebih produktif dan tepat sasaran.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Penelitian ini merekomendasikan arah kebijakan pembiayaan UMKM meliputi lima hal utama<strong>. <\/strong><em>Pertama<\/em>, memperkuat pendampingan UMKM pada aspek pembukuan sederhana, pemisahan rekening usaha, digitalisasi transaksi, dan formalitas usaha. <em>Kedua<\/em>, mendesain kebijakan kredit berdasarkan kebutuhan segmen, yaitu pembiayaan ekspansi untuk UMKM informal dan pembiayaan modal kerja atau rantai pasok untuk UMKM formal. <em>Ketiga<\/em>, memperluas penggunaan piutang dan persediaan sebagai alternatif agunan. <em>Keempat<\/em>, mendiversifikasi instrumen kebijakan di luar subsidi bunga. Kelima, mendorong program pemerintah sebagai sumber permintaan baru bagi UMKM melalui integrasi ke rantai pasok dan proyek strategis.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Sumber: Tim Komunikasi PERBANAS<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\"><a download=\"\" href=\"https:\/\/perbanas.org\/uploads\/fileupload\/pdf\/PressRelease - PANEL_DIALOGUE DAN_ RUA)_PERBANAS_2026.pdf\" target=\"_blank\">Download Press Release Di Sini<\/a><\/p>","title_en":"","body_en":"","tags":"-","image_desktop":"1782056240.jpg","image_mobile":"1782056240.jpg","thumb_magazine":null,"pdf":null,"monthStart":null,"monthEnd":null,"published_year":null,"article_view":"","is_published":"yes","archive":"no","published_at":"2026-06-21 22:35:00","created_at":"2026-06-21T15:37:20.000000Z","updated_at":"2026-06-21T15:57:44.000000Z","published_to":"public","publication_category":{"id":4,"user_id":1,"category_name":"Press Release","is_published":"yes","published_at":"2022-11-30 08:06:25","created_at":null,"updated_at":null}}
Rapat Umum Anggota 2026 : PERBANAS Merekomendasikan Revitalisasi Bisnis Model UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Kredit dan Ekonomi Nasional
Rapat Umum Anggota 2026 : PERBANAS Merekomendasikan Revitalisasi Bisnis Model UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Kredit dan Ekonomi Nasional
21 June 2026
{"id":212,"user_id":4,"publication_category_id":4,"title":"Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global","slug":"perbankan-perketat-prudential-measures-di-tengah-risiko-geopolitik-global","body":"<p style=\"text-align:justify\">Jakarta, 27 Maret 2026 &mdash; Industri perbankan nasional meningkatkan penguatan kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (<em>prudential banking<\/em>) di tengah meningkatnya risiko global, dipicu eskalasi konflik Iran&ndash;Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan berpotensi menekan stabilitas harga komoditas strategis, khususnya minyak mentah.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menegaskan bahwa meskipun volatilitas eksternal meningkat, indikator fundamental perbankan domestik masih berada pada level yang solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Kami melihat risiko global meningkat, terutama melalui transmisi kenaikan harga energi dan volatilitas pasar keuangan. Dalam konteks ini, perbankan akan semakin memperkuat prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan kualitas aset,&rdquo; ujar Hery.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Perbanas mencatat sejumlah langkah mitigasi telah dan terus diperkuat oleh industri perbankan di Tanah Air. Beberapa langkah tersebut di antaranya melalui stress test sektoral dan penguatan <em>early warning system<\/em> untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit. Adapun stress test sektoral dilakukan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi seperti transportasi, logistik, dan manufaktur.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Selain itu, lanjut Hery, perbankan juga meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui pendekatan <em>risk-based pricing<\/em>, menjaga kecukupan likuiditas melalui optimalisasi rasio <em>liquidity coverage ratio<\/em> (LCR) dan net stable funding ratio (NFSR), serta mengelola eksposur nilai tukar secara lebih konservatif melalui strategi lindung nilai dan pengendalian posisi devisa neto.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,&rdquo; tambahnya.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Dengan bauran kebijakan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik, meskipun tekanan eksternal berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah.<\/p>","title_en":"Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global","body_en":"<p style=\"text-align:justify\">Jakarta, 27 Maret 2026 &mdash; Industri perbankan nasional meningkatkan penguatan kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (prudential banking) di tengah meningkatnya risiko global, dipicu eskalasi konflik Iran&ndash;Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan berpotensi menekan stabilitas harga komoditas strategis, khususnya minyak mentah.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menegaskan bahwa meskipun volatilitas eksternal meningkat, indikator fundamental perbankan domestik masih berada pada level yang solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Kami melihat risiko global meningkat, terutama melalui transmisi kenaikan harga energi dan volatilitas pasar keuangan. Dalam konteks ini, perbankan akan semakin memperkuat prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan kualitas aset,&rdquo; ujar Hery.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Perbanas mencatat sejumlah langkah mitigasi telah dan terus diperkuat oleh industri perbankan di Tanah Air. Beberapa langkah tersebut di antaranya melalui stress test sektoral dan penguatan early warning system untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit. Adapun stress test sektoral dilakukan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi seperti transportasi, logistik, dan manufaktur.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Selain itu, lanjut Hery, perbankan juga meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui pendekatan risk-based pricing, menjaga kecukupan likuiditas melalui optimalisasi rasio liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NFSR), serta mengelola eksposur nilai tukar secara lebih konservatif melalui strategi lindung nilai dan pengendalian posisi devisa neto.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,&rdquo; tambahnya.<\/p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Dengan bauran kebijakan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik, meskipun tekanan eksternal berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah.<\/p>","tags":"-","image_desktop":"1774668664.jpg","image_mobile":"1774668664.jpg","thumb_magazine":null,"pdf":null,"monthStart":null,"monthEnd":null,"published_year":null,"article_view":"","is_published":"yes","archive":"no","published_at":"2026-03-28 10:30:00","created_at":"2026-03-28T03:31:04.000000Z","updated_at":"2026-03-28T03:34:22.000000Z","published_to":"public","publication_category":{"id":4,"user_id":1,"category_name":"Press Release","is_published":"yes","published_at":"2022-11-30 08:06:25","created_at":null,"updated_at":null}}
Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global
Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global
28 March 2026
{"id":199,"user_id":4,"publication_category_id":4,"title":"CEO Forum-PERBANAS 2025: Economic Outlook 2026","slug":"ceo-forum-perbanas-2025-economic-outlook-2026","body":"<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Jakarta, <\/span><\/strong><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">10<\/span><\/strong><strong>&nbsp;<\/strong><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Desember<\/span><\/strong><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;202<\/span><\/strong><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">5<\/span><\/strong><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;&ndash;<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;Perekonomian Indonesia di tahun 2025 menunjukkan risiliensi di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan tetap terjaga di kisaran 5,0&ndash;5,2% (<\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">yoy<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">), dengan investasi dan ekspor sebagai penopang utama, meskipun konsumsi rumah tangga relatif stagnan bahkan cenderung melemah.<\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Inflasi terkendali di bawah 3%, sejalan dengan terjaganya pasokan pangan, normalisasi harga energi global, dan konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah bergerak di kisaran Rp16.100&ndash;16.700 per USD, meskipun tetap menghadapi tekanan dari arah kebijakan <\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">The Fed<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">, arus modal global, dan dinamika domestik.<\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Penyaluran kredit pada tahun 2025 menghadapi berbagai tantangan. Hal ini dipengaruhi khususnya oleh melemahnya daya beli masyarakat yang menyebabkan permintaan atas kredit menurun drastis. Alhasil, realisasi pertumbuhan kredit pun diproyeksi berpotensi lebih rendah dari target dan tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, sejak triwulan-I hingga triwulan-III 2025 laju kredit melambat dari 9,16% (y<\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">o<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">y) menjadi 7,7% (<\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">yoy<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">). <\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Meskipun demikian, tingkat kesehatan perbankan masih tangguh. Rasio kecukupan modal (<\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">CAR<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">) tetap di level 25%, dengan kualitas aset terjaga tercermin dari <\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">NPL<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;sekitar 2,2%. Tantangan utama justru terletak pada <\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">mismatch<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;antara struktur pendanaan dan kebutuhan pembiayaan: pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) cenderung lebih lambat dibandingkan kebutuhan ekspansi kredit. <\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Tren ini diperparah dengan sumber dana yang didominasi oleh jangka pendek tidak sejalan dengan kebutuhan pembiayaan yang banyak bersifat jangka panjang, khususnya untuk sektor perumahan, UMKM dan perdesaan, infrastruktur, hingga berbagai proyek berskala besar.<\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Pemerintah telah meluncurkan berbagai paket ekonomi 2025&ndash;2026, mulai dari dukungan fiskal untuk UMKM, insentif pajak sektor padat karya, hingga program ketenagakerjaan dan perumahan. Selain itu, langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menginjeksi Rp200 triliun dana pemerintah dari BI ke perbankan dinilai sebagai kebijakan progresif untuk mempercepat belanja negara, memperkuat transmisi moneter, menurunkan biaya dana, serta memperluas penyaluran kredit ke sektor riil.<\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Namun, tantangan struktural tetap nyata: meningkatnya kebutuhan pembiayaan jangka panjang, sedangkan ketersediaan dana lebih bersifat jangka pendek. Hal ini berimplikasi pada pentingnya strategi pendalaman pasar keuangan dan diversifikasi sumber pendanaan. <\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Dalam konteks ini, peran perbankan sebagai lembaga keuangan terbesar menjadi vital: menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang agresif, inklusif dan berkelanjutan. <\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Economic Outlook 2026<\/span><\/strong><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">PERBANAS<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;memandang penting untuk mengkaji pelemahan permintaan kredit sekaligus menganalisis dinamika ekonomi nasional secara lebih komprehensif, sebagai landasan kuat dalam merumuskan kebijakan dan strategi perbankan yang lebih adaptif dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan tahun 2026.<\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Untuk itu, PERBANAS menggelar <\/span><strong><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">Economic Outlook 2026<\/span><\/em><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;dengan tema <\/span><strong><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">&ldquo;Navigating Slower Demand for Credits in a Changing Economy&rdquo;<\/span><\/em><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;pada Rabu, 10 Desember 2025 di Ballroom Menara BRILian Lt. 3, Jalan Jenderal Gatot Subroto No.177A, Jakarta Selatan. <\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Ada tiga tujuan diselenggarakannya seminar ini. <\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">Satu<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">, untuk mengevaluasi capaian kinerja perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025, termasuk peta risiko domestik (khususnya pelemahan daya beli) dan global (termasuk konflik konflik geopolitik). <\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">Dua<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">, membahas peran dan strategi perbankan dalam memperkuat intermediasi, khususnya melalui pengelolaan mismatch antara dana dan pembiayaan perbankan. <\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">Tiga<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">, merumuskan strategi aplikatif bagi industri perbankan dalam menghadapi tantangan 2026, termasuk arah kebijakan fiskal&ndash;moneter, dinamika pasar keuangan, serta kebutuhan pemenuhan dana dan skema pembiayaan pembangunan nasional.<\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt; text-align:justify\"><span style=\"font-size:12,0000pt\">Narasumber yang hadir memberikan paparan dalam <\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">Economic Outlook 2026<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;antara lain, <\/span><\/p>\r\n\r\n<p style=\"margin-left:0pt; margin-right:0pt\"><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Dian Ediana Rae<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Anggota Dewan Komisioner OJK yang membawakan materi &rdquo;Arah Kebijakan Sektor Perbankan 2026&rdquo;; <\/span><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Hery Gunardi<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">, Ketua Umum PERBANAS yang menyampaikan &ldquo;Perkembangan Perbankan Nasional&rdquo;<\/span><span style=\"font-size:12,0000pt\">; <\/span><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Aviliani<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">, Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi dan Perbankan PERBANAS yang mempresentasikan Kajian Tematik PERBANAS; <\/span><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Enrico Tanuwidjaja<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">, <\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">Economist<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;PERBANAS dan UOB menyampaikan &ldquo;Prospek Perekonomian 2026&rdquo;; <\/span><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Shinta Kamdani<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">, Ketua Umum APINDO yang menyampaikan &ldquo;Prospek Bisnis 2026: Peluang dan Tantangan Bagi Dunia Usaha; <\/span><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Tari Lestari<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">, Direktur Perencanaan Fiskal, Moneter, dan Sektor Keuangan BAPPENAS yang menyampaikan &ldquo;Bauran Kebijakan Fiskal dan Moneter Mendorong Ekonomi 2026&rdquo;; dan <\/span><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Burhanuddin Muhtadi<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">, Founder Indikator Politik Indonesia yang menyampaikan &ldquo;Arah Kebijakan Politik 2026&rdquo;, serta <\/span><strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">Josua Pardede<\/span><\/strong><span style=\"font-size:12,0000pt\">, <\/span><em><span style=\"font-size:12,0000pt\">Chief Economist<\/span><\/em><span style=\"font-size:12,0000pt\">&nbsp;Bank Permata yang bertindak sebagai moderator.<\/span><\/p>","title_en":"","body_en":"","tags":"-","image_desktop":"1766401452.jpg","image_mobile":"1766401452.jpg","thumb_magazine":null,"pdf":null,"monthStart":null,"monthEnd":null,"published_year":null,"article_view":"","is_published":"yes","archive":"no","published_at":"2025-12-10 18:04:00","created_at":"2025-12-22T11:04:12.000000Z","updated_at":"2025-12-22T13:03:45.000000Z","published_to":"public","publication_category":{"id":4,"user_id":1,"category_name":"Press Release","is_published":"yes","published_at":"2022-11-30 08:06:25","created_at":null,"updated_at":null}}
CEO Forum-PERBANAS 2025: Economic Outlook 2026
CEO Forum-PERBANAS 2025: Economic Outlook 2026
10 December 2025

Fokus pada masa depan perbankan

Menjadi organisai yang dihormati dan disegani serta berperan aktif membangun industri perbankan yang profesional dan memberikan nilai tambah pada pembangunan ekonomi nasional

Lebih Lanjut
Majalah Perbanas
Edisi
April - Juni 2026
Revitalisasi Bisnis Model UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Kredit dan Ekonomi Nasional
Laporan Tahunan

Laporan Tahunan Perbanas
Laporan Tahunan PERBANAS 2025

Bank Anggota

Lihat semua anggota
  • PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk
  • PT Bank Victoria International Tbk
  • PT Bank UOB Indonesia
  • PT Bank Sinarmas Tbk
  • PT Bank Shinhan Indonesia
  • PT Bank Seabank Indonesia
  • PT Bank SBI Indonesia
  • PT Bank Sahabat Sampoerna
  • PT Bank Riau Kepri Syariah
  • PT Bank Raya Indonesia Tbk
  • PT Bank QNB Indonesia Tbk
  • PT Bank Permata Tbk
  • PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk
  • PT Bank Pan Indonesia Tbk
  • PT Bank Oke Indonesia Tbk
  • PT Bank OCBC NISP Tbk
  • PT Bank NTT
  • PT Bank Nationalnobu Tbk
  • PT Bank Neo Commerce Tbk
  • PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
  • PT Bank MNC Internasional Tbk
  • PT Bank Mestika Dharma Tbk
  • PT Bank Mega Syariah
  • PT Bank Mega, Tbk
  • PT Bank Hibank Indonesia
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk
  • PT Bank Mayapada International Tbk
  • PT Bank Maspion Indonesia Tbk
  • PT Bank Multiarta Sentosa Tbk
  • PT Bank Mandiri Taspen
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • PT Bank JTrust Indonesia Tbk
  • PT Bank Saqu Indonesia
  • PT Bank Jago Tbk
  • PT Bank of India Indonesia Tbk
  • PT Bank Index Selindo
  • PT Bank Ina Perdana Tbk
  • PT Bank ICBC Indonesia
  • PT Bank IBK Indonesia Tbk
  • PT Bank HSBC Indonesia
  • PT Bank KEB Hana Indonesia
  • PT Bank Ganesha Tbk
  • PT Super Bank Indonesia
  • PT Bank Jakarta
  • PT Bank DBS Indonesia
  • PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  • PT Bank Nano Syariah
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk
  • PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk
  • PT Bank Capital Tbk
  • PT Bank Bumi Arta Tbk
  • PT Bank Bukopin Tbk
  • PT Bank KB Bukopin Syariah
  • PT Bank BTPN Syariah Tbk
  • PT Bank SMBC Indonesia Tbk
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
  • PT Bank Pembangunan Daerah Bali
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  • PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
  • PT Krom Bank Indonesia Tbk
  • PT Bank Central Asia Tbk 
  • PT Bank BCA Syariah
  • PT Bank Digital BCA
  • PT Bank Artha Graha International Indonesia Tbk
  • PT Bank ANZ Indonesia
  • PT Bank Amar Indonesia
  • PT Allo Bank Indonesia Tbk