Update BI Rate Maret 2026
Suku Bunga Acuan Bulan Maret 2026 Tetap 4,75%
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, tingkat imbal hasil SBN naik dari 5,06% (Februari 2026) menjadi 5,99% (Maret 2026) dan Suku Bunga SRBI naik dari 5,04% (Februari 2026) menjadi 5,33% (Maret 2026).
Inflasi Februari 2026 meningkat signifikan menjadi 4,76% (yoy) dari 3,55% (yoy) pada Januari 2026. Kenaikan ini dipicu lonjakan harga pangan akibat Ramadan serta normalisasi subsidi tarif listrik di awal tahun. Tingginya inflasi menjadi salah satu alasan BI mempertahankan BI Rate di level 4,75%..jpg)
Nilai tukar Rupiah pada Maret 2026 masih dalam tren pelemahan dan mendekati Rp17.000/USD, dengan posisi Rp16.977/USD dan Rp2.461/RMB. Ruang stabilisasi semakin terbatas akibat potensi arus keluar modal di tengah ketidakpastian global dan penguatan dolar AS sebagai safe haven. Karena itu, Bl mempertahankan BI Rate di 4,75% untuk menjaga daya tarik aset domestik dan menahan tekanan terhadap Rupiah, guna memitigasi risiko instabilitas makroekonomi.
.jpg)
Suku bunga The Fed (FFR) pada Februari 2026 berada di 3,75%. Inflasi AS pada Februari 2026 sebesar di 2,6% (yoy), di atas target 2%, sehingga ruang pelonggaran kebijakan tetap terbatas. Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan inflasi, The Fed diperkirakan akan lebih berhati-hati. Ke depan, arah suku bunga sangat bergantung pada perkembangan konflik tersebut.
.jpg)