Update Inflasi Januari 2026

calendar17 February 2026
Update Inflasi Januari 2026

Pada Januari 2026, inflasi tercatat sebesar 3,55% (Yoy) dan tergolong tinggi dibandingkan capaian dalam 12 bulan terakhir.

Secara rinci, tingkat inflasi tahunan (Yoy) pada Januari 2026 tercatat sebagai berikut: inflasi inti 2,45% (kontribusi 44,78%), inflasi bergejolak 1,14% (kontribusi 5,35%), dan inflasi harga diatur pemerintah 9,71% (kontribusi 49,87%).

Inflasi yang relatif tinggi pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh belum pulihnya dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Inflasi tertinggi terjadi di provinsi terdampak bencana alam seperti Aceh (6,69% Yoy), Riau (4,43% Yoy), Sumatera Barat (3,92% Yoy), dan Sumatera Utara (3,81% Yoy), sementara inflasi terendah tercatat di Lampung sebesar 1,9% (Yoy).

Di sisi lain, tekanan inflasi juga berasal dari komponen harga yang diatur pemerintah, khususnya tarif listrik. 

Pada Januari 2025, pemerintah memberikan subsidi listrik, namun pada Januari 2026 tarif listrik dalam fase normal. Alhasil, mendorong peningkatan inflasi pada awal tahun 2026.

Sejak awal 2025 hingga Januari 2026, tren inflasi di Indonesia cenderung meningkat, sehingga ruang pelonggaran kebijakan moneter makin terbatas dan koordinasi pengendalian inflasi serta dukungan pertumbuhan ekonomi menjadi semakin krusial pada awal 2026.