Update Inflasi Maret 2026

calendar15 April 2026
Update Inflasi Maret 2026

Pada Maret 2026, inflasi tercatat sebesar 3,48% (yoy) dan tergolong tinggi dibandingkan capaian dalam 12 bulan terakhir. 

Secara rinci, tingkat inflasi tahunan (yoy) pada Maret 2026 tercatat sebagai berikut: inflasi inti 2,52% (kontribusi 46,55%), inflasi bergejolak 4,24% (kontribusi 20,70%), dan inflasi harga diatur pemerintah 6,08% (kontribusi 32,75%).

Inflasi pada Maret yang relatif tinggi didorong oleh meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri 1447H, serta dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera yang masih menghambat
pasokan dan distribusi bahan pangan serta kebutuhan pokok.

Inflasi tertinggi tercatat di Provinsi Aceh sebesar 5,31% (yoy) seiring proses pemulihan pascabencana, sementara terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 1,16% (yoy). Memasuki Maret 2026, tekanan inflasi domestik mulai mereda setelah meningkat di awal tahun, terutama dipengaruhi oleh penyesuaian harga yang diatur pemerintah.

Eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan harga minyak dan memicu inflasi impor. Kebijakan tetap akomodatif dengan suku bunga 4,75% untuk menjaga pertumbuhan, namun ruang pelonggaran terbatas sehingga diperlukan koordinasi erat antara pemerintah dan otoritas moneter guna menjaga stabilitas ekonomi.