Update Perbankan Juni 2026
Intermediasi Perbankan Menguat, Pertumbuhan Kredit Melampaui DPK
.jpg)
-
Kredit tumbuh 12,67% (yoy) pada Juni 2026, melampaui DPK 10,21% (yoy), menandakan penguatan fungsi intermediasi perbankan.
-
DPK tetap tumbuh positif, mencerminkan kepercayaan masyarakat dan menopang ekspansi pembiayaan.
-
Gap pertumbuhan kredit dan DPK yang menyempit menunjukkan likuiditas masih memadai, namun keseimbangan ekspansi kredit, kualitas aset, dan biaya dana perlu dijaga.
Risiko Bank Masih Terjaga
.jpg)
-
Gross NPL per Juni 2026 sebesar 2,09%.
-
Loan at Risk (LaR) per Juni 2026 sebesar 8,47 %.
Rasio Kunci Perbankan Mengalami Penurunan
.jpg)
.jpg)
Tantangan Likuiditas Perbankan

Dari sisi likuiditas, LDR meningkat menjadi 88,32% pada Juni 2026, bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan DPK menjadi 10,21% yoy. Perkembangan ini menunjukkan ruang likuiditas perbankan mulai mengetat sehingga bank harus menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit, penghimpunan dana, dan pengelolaan biaya dana.
Pertumbuhan Kredit Konsumsi dan Modal Kerja Melambat
.jpg)
-
Kredit investasi tetap menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 24,90% (yoy) pada Juni 2026, didukung pembiayaan proyek jangka menengah dan panjang.
-
Sementara itu, kredit konsumsi melambat menjadi 5,75% (yoy), sedangkan kredit modal kerja mulai menguat ke 8,94% (yoy), mencerminkan terbatasnya ekspansi usaha jangka pendek dan tekanan konsumsi rumah tangga.
Penurunan Rata-Rata Simpanan per Rekening Nasional
Perkembangan rata-rata simpanan menunjukkan pelemahan pada kelompok Nominal Kecil dan Menengah. Rata-rata nasional menurun menjadi Rp14,79 juta per rekening pada Juni 2026 (Q2-2026). Penurunan juga terjadi pada kelompok Tabungan kecil dan menengah. Sebaliknya, kelompok simpanan besar di atas Rp 5 miliar meningkat Rp38,56 miliar per rekening pada Q2-2026. Ini mengindikasikan fenomena Mantab "Makan Tabungan" pada kelompok kecil dan menengah.