Update Perbankan Juni 2026

calendar23 August 2026
Update Perbankan Juni 2026

Intermediasi Perbankan Menguat, Pertumbuhan Kredit Melampaui DPK

  • ⁠Kredit tumbuh 12,67% (yoy) pada Juni 2026, melampaui DPK 10,21% (yoy), menandakan penguatan fungsi intermediasi perbankan.

  • ⁠DPK tetap tumbuh positif, mencerminkan kepercayaan masyarakat dan menopang ekspansi pembiayaan.

  • Gap pertumbuhan kredit dan DPK yang menyempit menunjukkan likuiditas masih memadai, namun keseimbangan ekspansi kredit, kualitas aset, dan biaya dana perlu dijaga.

Risiko Bank Masih Terjaga

  • Gross NPL per Juni 2026 sebesar 2,09%.

  • Loan at Risk (LaR) per Juni 2026 sebesar 8,47 %.

Rasio Kunci Perbankan Mengalami Penurunan

Tantangan Likuiditas Perbankan

Dari sisi likuiditas, LDR meningkat menjadi 88,32% pada Juni 2026, bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan DPK menjadi 10,21% yoy. Perkembangan ini menunjukkan ruang likuiditas perbankan mulai mengetat sehingga bank harus menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit, penghimpunan dana, dan pengelolaan biaya dana.

Pertumbuhan Kredit Konsumsi dan Modal Kerja Melambat

  • Kredit investasi tetap menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 24,90% (yoy) pada Juni 2026, didukung pembiayaan proyek jangka menengah dan panjang.

  • Sementara itu, kredit konsumsi melambat menjadi 5,75% (yoy), sedangkan kredit modal kerja mulai menguat ke 8,94% (yoy), mencerminkan terbatasnya ekspansi usaha jangka pendek dan tekanan konsumsi rumah tangga.

Penurunan Rata-Rata Simpanan per Rekening Nasional

Perkembangan rata-rata simpanan menunjukkan pelemahan pada kelompok Nominal Kecil dan Menengah. Rata-rata nasional menurun menjadi Rp14,79 juta per rekening pada Juni 2026 (Q2-2026). Penurunan juga terjadi pada kelompok Tabungan kecil dan menengah. Sebaliknya, kelompok simpanan besar di atas Rp 5 miliar meningkat Rp38,56 miliar per rekening pada Q2-2026. Ini mengindikasikan fenomena Mantab "Makan Tabungan" pada kelompok kecil dan menengah.