Update BI Rate April 2026
Suku Bunga Acuan Bulan April 2026 Tetap 4,75%
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.
Keputusan diambil dalam upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah dan inflasi nasional dari dampak eskalasi perang di Timur Tengah.
.jpg)
Inflasi Maret 2026 masih tinggi di 3,48% (yoy), meski turun dari Februari (4,64%). Kenaikan dipicu lonjakan harga pangan saat Idul Fitri serta dampak bencana alam, khususnya di Aceh.
Inflasi yang masih tinggi mendorong BI mempertahankan BI Rate. Suku bunga instrumen keuangan tetap tinggi pada April 2026, meski SBN 12 bulan turun ke 5,54%, levelnya masih di atas Februari, sementara SRBI naik ke 5,07%.

Nilai tukar Rupiah terus melemah pada Maret–April 2026, melampaui Rp17.000/USD dan mencapai Rp17.252/USD pada April, sementara terhadap RMB berada di level Rp2.484. Ruang stabilisasi Rupiah semakin terbatas akibat potensi arus keluar modal di tengah ketidakpastian global dan penguatan dolar AS sebagai safe haven. Karena itu, BI mempertahankan BI Rate di 4,75% untuk menjaga daya tarik aset domestik dan menahan tekanan terhadap Rupiah, sekaligus mengantisipasi risiko instabilitas makroekonomi.
.jpg)
Suku bunga Federal Funds Rate pada Maret 2026 masih berada di level 3,75%. Inflasi AS pada Maret 2026 meningkat menjadi 3,3% disebabkan oleh kenaikan harga energi imbas perang Timur Tengah. Oleh sebab itu, ruang pelonggaran kebijakan moneter The Fed masih terbatas serta membuat The Fed akan lebih bersikap hati-hati dalam menentukan arah suku bunga.
.jpg)